Memahami Aura

 

Anda pasti pernah melihat atau pun merasa, ada seseorang yang secara fisik biasa saja.  Tetapi begitu banyak orang yang suka padanya. Menaruh perhatian dan dengan sukarela mendukung semua aktivitasnya. Jangan heran, jika Anda akan iri pada orang tersebut. Karena ia menyimpan suatu rahasia besar yang mungkin Anda sendiri tidak punya atau kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Nah, karena Anda telah menyempatkan waktu untuk singgah di website ini, saya akan memberitahu kunci orang yang menarik tersebut. Rahasianya hanya satu yaitu Aura yang memancar dengan baik.

 

Sebagaimana lapisan cahaya, aura menyelubungi tubuh manusia. Aura merupakan medan energi yang pasti dimiliki oleh setiap makhluk ciptaan Tuhan. Jika dilihat oleh orang yang mempunyai kelebihan khusus (berwaskita), aura merupakan radiasi warna halus yang mengelilingi tubuh manusia. Bisa diibaratkan juga sebagaimana lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan benda antariksa yang hendak menghantam bumi. Bisa diistilahkan juga, lapisan aura bekerja sebagai benteng bagi tubuh fisik manusia. Di belahan bumi Timur Aura juga disebut sebagai energi chi/ki.

 

Pada dasarnya lapisan aura bersifat melindungi tubuh fisik manusia dari radiasi negatif yang datang dari luar tubuh. Sekaligus menarik energi positif yang ada di sekitarnya. Maka dari itu ada pula yang menyatakan bahwa lapisan aura adalah tubuh nonfisik atau tubuh esoterik manusia. Karena bentuknya sebagai mana duplikat tubuh fisik (cetakan tubuh fisik).

 

Setiap manusia mempunyai warna pancaran energi aura yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kualitas pancarannya. Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Aura yang baik memiliki pancaran yang lebih benderang. Maka tak heran orang yang memiliki pancaran aura yang baik lebih berpeluang mendapat berbagai kebaikan dalam hidupnya. Sering mendapatkan hoki, disukai lingkungan, parasnya memperlihatkan pesona yang memikat, dan semua kebaikan di lingkungan berporos kepadanya.

 

Namun sebaliknya, kualitas aura yang buruk jika dilihat oleh orang yang mempunyai kemampuan melihat aura, akan tampak lebih redup dan cenderung gelap daripada yang lain. Aura seperti ini justru menjadi medan kesialan bagi pemiliknya. Ia bahkan menarik semua hal-hal negatif di sekelilingnya. Akibatnya, tanpa disadari ia sering menerima perlakuan yang tidak baik dari lingkungannya. Pembawaannya muram dan dilingkupi kegelisahan yang tidak jelas.

 

Aura merupakan energi kehidupan. Meski tidak bisa ditangkap oleh indra penglihatan orang awam. Manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa energi aura yang selalu aktif bekerja menunjang aktivitasnya. Bahkan karena begitu pentingnya aura, energi aura pun berperan menentukan besar-kecilnya keberuntungan seseorang. Seseorang yang energi auranya baik ia akan menjadi medan magnet segala kebaikan. Oleh karena itulah alasan orang melakukan buka aura.

 

Aliran energi aura dihasilkan oleh titik cakra yang berada di dalam tubuh esoterik manusia. Secara garis besar, ada tujuh titik cakra mayor di dalam tubuh manusia. Ketujuh cakra mayor tersebut adalah cakra dasar, cakra seks, solar pleksus, cakra jantung, cakra tenggorokan, cakra ajna, dan cakra mahkota. Tugas cakra menyuplai aliran energi ke seluruh tubuh dan menjaga ketersediaan energi bagi tubuh esoterik. Jika titik cakra ini tercemar energi negatif dari luar, maka akan berpengaruh pada energi fisik dan memungkinkan munculnya berbagai masalah.

 

Oleh karena itu, jika selama ini Anda sudah bekerja keras, tidak membawa hasil yang memuaskan. Sering merasakan kegagalan cinta. Sering mengeluh merasakan berbagai penyakit. Kurang dalam memusatkan konsentrasi. Selalu diremehkan orang lain, padahal Anda memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Bisa jadi semua itu bersumber pada aura Anda yang tidak bekerja secara efektif dan aktif.

 

Dewi Aura hadir untuk membantu Anda memecahkan permasalahan dengan berbagai metode yang tentu saja berhubungan dengan aura. Dengan aura yang terpancar, segala lini kehidupan Anda akan berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai kebaikan yang maksimal.